Kabar Terkini

15 November 2013

Tommy Page : "Musik Adalah Cinta"




Kabar - Kabar Terkini, Tommy Page : "Musik Adalah Cinta" - "Aku merasa tumbuh besar di Indonesia," imbuh Tommy, mengakui Indonesia sebagai negara yang membantunya meraih mimpi-mimpinya.

Cukup lama tidak terdengar di bisnis hiburan, Tommy membantah disebut berhenti bermusik. "Di akhir usia 20, aku mengambil sebuah keputusan besar. Aku kembali ke sekolah, justru karena aku ingin bermusik lebih lama. Waktu aku mendapat kontrak rekaman pada 1989, aku drop out," ungkapnya.

Sempat berkutat di belakang layar sebagai karyawan label, tidak menghilangkan kerinduan Tommy terhadap panggung dan kemeriahannya. Padahal, bekerja di industri membuat Tommy bisa mengenal dan bahkan membantu karir artis-artis idolamu saat ini, seperti Michael Buble, Alanis Morissette, Josh Groban dan Green Day.

"Itu pengalaman luar biasa. Aku banyak kerjasama dengan David Foster, dia yang 'menemukan' Josh Groban dan Michael Buble. Aku selalu suka musik David Foster, kami punya gairah yang sama," kata Tommy, lantas mengenang pertemuan pertama dengan Josh Groban.

"Josh itu mirip sekali denganku di saat muda. Pertama kali kami berjumpa, dia sangat muda, kurus, canggung. Tetapi suaranya luar biasa. Aku percaya dia memiliki dan akan memberikan sesuatu yang luar biasa. Bertahun-tahun, David dan aku meyakinkannya. Aku meyakinkan label memilih You Raise Me Up sebagai single. Ketika lagu itu sukses, rasanya luar biasa," tutur Tommy.

Berkutat langsung di industri musik yang serba cepat, Tommy menyadari betul perubahannya. Hal itu membuatnya terbuka terhadap hal-hal baru.

"Aku memang berencana kembali bikin lagu. Musikku tetap datang dari hati dan melodius, dengan lirik lebih dewasa. Aku berumur 40an sekarang, aku tak bakal membuat musik seperti yang dibuat oleh yang berumur 21 tahun," kata Tommy jujur. "Aku ingin musikku menginspirasi anak muda, aku punya banyak hal untuk kunyanyikan."

Pemikiran serupa juga diterapkan Tommy soal membagikan musik gratis. "Aku tak percaya sistem unduh ilegal. Menyedihkan sekali, orang tidak bisa menghargai yang membuat musik itu. Menurutku, streaming jawaban di masa depan," tegas pria yang juga menyanyikan lagu-lagu soundtrack film tersebut.

Lantaran ketidakpercayaan itu, Tommy kini tengah terlibat dalam sebuah proyek bernama Pandora Internet Radio yang mengizinkan publik mendengarkan sebuah album secara online (streaming). Tampaknya, segala yang dilakukan Tommy memang selalu berkaitan dengan musik. Buktinya, dia tak bingung memilih antara Lady Gaga dengan Miley Cyrus.

"100% Lady Gaga! Gaga itu artis sesungguhnya, penulis lagu luar biasa, penyanyi hebat, dan seorang pendobrak. Aku mengamatinya besar dari klub kecil di New York, sekarang dia menjadi ratu pop," tukas Tommy yakin.

Berpuluh tahun melibatkan diri dalam bisnis musik, tidak menggoyahkan Tommy. Baginya, hal terindah adalah menyanyikan lagunya di depan orang yang memang menyukainya, sekalipun hanya beberapa gelintir saja. Itulah sebabnya, Tommy hanya memerlukan satu kata untuk merangkum perasaannya terhadap musik.

"Love," jawabnya tegas.

Sumber : hxxp://musik.kapanlagi.com/resensi/chill-out/eksklusif-bagi-tommy-page-musik-adalah-cinta-afc8eb.html


05 September 2013

Album Baru Project Pop




Kabar-kabar terkini, Album Baru Project Pop Selama 17 Tahun Berkarya - Selama 17 tahun berkarya, Project Pop dikenal selalu melahirkan lagu-lagu dengan lirik yang jenaka. Mereka juga tak pernah berganti personel. Project Pop tetap digawangi oleh Yosie, Gugum, Odie, Oon, Tika, dan Udjo hingga kini.

Siapa yang tidak kenal Project Pop. Grup musik asal Bandung, Jawa Barat tersebut baru saja genap berusia 17 tahun. Mereka pun merayakannya dengan meluncurkan album baru berjudul 'Move On'.

"Kita sangat bersyukur di usia ke-17 tahun ini Project Pop masih dicintai para penggemar kita, yaitu Popop dan dengan berbangga hati kita juga merilis album baru kita berjudul 'Move On' pada hari ini," kata Tika saat peluncuran album baru Project Pop di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2013).

Pada album barunya ini, Project Pop menyuguhkan 10 lagu di dalamnya. Tak hanya lagu anyarnya, di album 'Move On' ini ada juga lagu lama yang diaransemen ulang, yaitu 'Goyang Duyu' dan 'Ingatlah Hari Ini'.

"Label yang dulu memang agak membatasi kita. Namanya juga bekerja sama, ya harus diambil jalan tengahnya. Jadi waktu itu kita ada 25 lagu demo gak ada yang diterima. Kita bingung maunya yang bagaimana?," ungkap Oon.

Berbeda dengan album terakhir yang masih berada di bawah label Musica Studio's, Project Pop kini berdiri sendiri. Mereka dibantu oleh Bigtones musik dan RPM sebagai distributor.

Sumber : http://hot.detik.com/music/read/2013/09/04/213318/2349641/228/17-tahun-berkarya-project-pop-rilis-album-baru


26 August 2013

Konser Metallica Di Gelora Bung Karno




Kabar-kabar terkini, Konser Metallica Di Gelora Bung Karno - James Hetfield, vokalis gaek sekaligus gitaris Metallica di sela-sela konser, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme publik Indonesia, dan mengenang konser perdana mereka pada 20 tahun lalu, dimana saat itu sempat terjadi kericuhan dan diharapkan tidak ada kekacauan pada konser kali ini.

Puluhan ribu penggemar musik metal Indonesia menjadi saksi bagaimana band asal Los Angeles, California, Amerika Serikat, Metallica mengguncang Jakarta pada Minggu malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, setelah 20 tahun yang lalu saat mereka menggelar konser perdana di Indonesia.

"Setelah 20 tahun, akhirnya kami kembali kesini lagi, dan saya terpukau masih dapat bermain di depan massa sebanyak ini, apakah kalian masih bersama kami," seru James, yang disambut teriakan antusiasme puluhan ribu penonton.

Metallica yang beranggotakan James Hetfield (vocal, gitar), Lars Ulrich (drum), Kirk Hammett (gitar), dan Robert Trujillo (bass) terbukti masih menyimpan energi dahsyatnya pada konser yang berdurasi lebih dari dua jam itu.

Ayunan ribuan kepala penonton mewarnai jalannya konser dan mengiringi lagu-lagu andalan band yang pertama kali merilis album pada 1983 ini, seperti "The Lightning", "Sad But True", "For Whom the Bell Tolls", "Blackened", Fuel`, "Fade To Black", "Sanitarium" hingga "Nothing Else Matters" Dan "One".

Dua layar besar dipasang di sisi panggung raksasa dan berhasil menuntaskan kerinduan puluhan ribu pasang mata terhadap band yang dianggap legenda hidup musik heavy metal dunia tersebut.

Ribuan penonton, dari remaja hingga orang tua, tidak ragu untuk berjingkrak-jingkrak dan bernyanyi bersama dengan James di seluruh lagu, tak terkecuali ketika mereka memainkan lagu-lagu dengan tempo cepat yang memekakkan telinga.

"Apa lagu yang ingin kalian dengar, setelah 20 tahun, kalian masih begitu bersama kami, kalian adalah anggota keluarga kami," teriak James.

Lagu andalan Metallica "Master of Puppets"dimainkan, dan sontak seluruh penonton yang berada di kelas festival ataupun yang di tribun berdiri sambil mengayunkan tangan ke atas.

Penonton membuat koor yang menggema dan seakan mampu mengguncang Stadion Gelora Bung Karno yang berkapasitas hampir 100 ribu penonton tersebut dan malam itu, dipenuhi lebih dari setengahnya.

Ketika James mengatakan bahwa konser hampir berkahir setelah lagu yang sangat populer di dekade 90-an "Enter Sandman" dimainkan, sontak puluhan ribu penonton menolak dan meminta empat pria idolanya itu untuk bermain kembali.

"We want more, we want more", teriak penonton berulang-ulang, hingga membuat Stadion Utama Gelora Bung Karno seakan bergetar.

James, Lars Ulrich, Kirk, dan Robert tidak ingin mengecewakan penggemarnya.

Mereka kembali naik ke atas panggung dan membawakan lagu-lagu tambahan yakni "Creeping Death", hingga "Seek and Destroy".

Puluhan ribu penonton haru sekaligus antusias mengikuti koor yang dimpimpin James ketika "Seek and Destroy" dimainkan dan menjadi lagu penutup.

Sumber : hxxp://www.antaranews.com/berita/392283/metallica-guncang-jakarta-setelah-20-tahun


Terbaru

Kuliner

 

Kabar Kabar Terkini Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha